Senin, 04 Mei 2020

Nak, perpisahan itu apa?

Diposting oleh Catatan Angin di 01.45 0 komentar

Seperti apa perasaan setelah perpisahan itu?

Barangkali hanya perasaan sedih yang sementara, untukku sendiri tapi.

Lalu bagaimana untukmu, nak?

Kau begitu bahagia bertemu dengannya, ayahmu.

Kau memeluknya tanpa perasaan asing.

Nak, apa kau juga akan bersedih sementara seperti aku?

Atau selamanya?

Atau kau akan marah pada keadaan?

Perpisahan, kenapa begitu rumit dan menakutkan?

Minggu, 26 April 2020

Membacamu

Diposting oleh Catatan Angin di 03.42 1 komentar

Aku bukan penulis.
Tulisan-tulisanku tidak pernah menyentuh kehidupan, tidak pernah menyentuh apapun. Bahkan hatimu.

Aku hanya penikmat tulisan.
Jadi menulislah, agar aku selalu mengetahui apa isi kepalamu dan isi hatimu.

Selasa, 21 April 2020

Pertanyaan Tentang Rindu

Diposting oleh Catatan Angin di 02.39 0 komentar

Aku penasaran, apa rindu itu hanya untuk mereka yang berjauhan?
Lalu bagaimana dengan yang bertemu setiap hari?
Apa rindu itu tetap ada?
Bagaimana cara mereka saling merindukan?
Apakah rindu itu penting?

Mungkin bagi mereka, rindu itu hanya sesekali, tapi cinta selalu ada setiap harinya.

Ah, sudahlah, cinta itu tidak ada, yang ada hanya terbiasa bersama, maka, saat berjauhan seperti kehilangan lalu rindu.

Tapi bagaimana dengan yang tidak bersama tapi selalu rindu?

Kenapa harus ada rindu?

Kenapa rindu lebih mendebarkan?

Kenapa rindu itu menyedihkan?

Senin, 20 April 2020

Jawab

Diposting oleh Catatan Angin di 07.36 0 komentar

Kadang aku bertanya-tanya, kenapa harus ada aku padahal kamu sudah bahagia?

Senin, 30 Maret 2020

Kau Tau

Diposting oleh Catatan Angin di 14.10 0 komentar

Kau tau bagaimana rasanya merindukan seseorang tanpa bisa melakukan apa-apa?

Kau tau bagaimana rasanya merindukan seseorang yang sudah bahagia dengan yang lain?

Kau tau bagaimana rasanya merindukan seseorang yang bahkan tak berhak kau rindui?

Jumat, 27 Maret 2020

Jika

Diposting oleh Catatan Angin di 11.56 0 komentar

Jika hidup itu perjalanan,
maka aku membebaskanmu berkelana dengan siapapun dan kemanapun kau mau.

Jika hidup itu penantian,
biarkan aku menanti
menanti
menanti

Hingga sepi.

Rabu, 18 Maret 2020

Tentang Tanya

Diposting oleh Catatan Angin di 11.01 0 komentar
Seharusnya tidak pernah ada cerita, namun semuanya terlanjur kutulis.
Kamu sudah masuk, menjadi bagian dari cerita itu.

Aku tak bisa menghapusnya, dan kamu harus tetap ada sampai aku memutuskan akan mengakhiri ceritanya, atau meniadakan kamu dan menggantinya dengan yang lain.

Jika kamu memilih pergi, bukan berarti kamu tidak ada.
Kamu tetap ada, menjadi bagian dari kenangan.

Kenapa kamu harus ada jika hanya menjadi kenangan?

Aku benci mengenang.

Apakah Tuhan sedang memberi tanda, bahwa kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersama?

Sejak semula, kita memang terlalu memaksakan semuanya. Tapi pertemuan itu, aku tidak pernah menyesalinya.

Namun kenapa Tuhan mempertemukan kita terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa kita bukan satu?

Seharusnya Tuhan tidak pernah mempertemukan kita saja.

Aku benci mengenang.

Bisakah kita ulang kembali semuanya?

Kamu tidak ada. 
Kenangan tidak ada. 
Begitu juga rindu.

Bisakah?

Kamis, 12 Maret 2020

Hujan

Diposting oleh Catatan Angin di 17.39 0 komentar

Kalau aku suka hujan, bukan berarti aku harus berjalan di bawah hujan, main sama hujan, apalagi meminum air hujan.

Boleh saja kita bermain hujan, itu pasti akan membuat kita bahagia karena kita menyukai hujan itu, tapi apa itu baik buat kita?

Sedangkan ada banyak cara untuk menikmati hujan, dengan menatap hujan, atau mendengar suara hujan atau sekedar menyentuhnya dengan telapak tangan.

Artinya, kalau kita mencintai seseorang, bukan berarti kita harus hidup bersama orang itu, meskipun kita sangat menginginkannya.

Tentang Debar Itu

Diposting oleh Catatan Angin di 05.57 0 komentar

Tak ada yang selalu sama
Cinta, rindu, atau pernikahan sekalipun

Semua akan menemui titik dimana kau tak bisa lagi merasakan debar yang sama

Dan sampai saat ini, debar itu masih tetap ada saat aku merindukanmu.

Namun aku bisa saja pergi, mungkin karena rindu yang terlalu lama menunggu, sedang kau selalu tak punya waktu.

Rabu, 11 Maret 2020

Tentang Jarak

Diposting oleh Catatan Angin di 07.09 0 komentar

Kita berjarak sekian kilometer lebih dekat dari biasanya. Tapi, entah kenapa aku merasa berjarak lebih jauh, lebih jauh, dan lebih jauh lagi.

Barangkali memang benar, kita berjarak terlalu jauh.

Jarak, rupanya bukan tentang sejauh mana kota kita berjauhan,  bukan tentang perjalanan berapa lama kau menghabiskan waktu di jalan, atau tentang seberapa lama aku menunggumu datang hanya untukku seorang.

Lebih dari itu, jarak adalah tentang perasaan ketika kau dan aku sudah mulai merasa tak lagi saling merindukan.

Atau aku yang terlalu merindukanmu?
Sedang kamu tidak?
Atau aku yang bosan menunggu kabar darimu?
Sedang seluruh waktumu kau habiskan dengan yang seharusnya.

Aku mengerti, aku tidak pantas bertanya tentang cintaku yang entah kau letakkan di hatimu bagian mana, atau tentang rindu yang sebenarnya tak pernah benar-benar sampai di tepinya.

Tidak, aku tidak sedang meminta waktumu, atau memintamu memahamiku. Kau bebas memperlakukanku.

Hanya saja, aku sedikit lelah, barangkali kamu juga. Lelah dengan manusia labil sepertiku.

Apakah kita mesti berjarak lebih dekat lagi? Atau tidak sama sekali?

12/03/20

 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review