hal yg paling mudah mengungkap makna adalah kata
tapi dengan kata juga makna disembunyikan
apakah penyair itu licik, karena mampu menyembunyikan makna dibalik kata-katanya?
pelangi itu adalah
hatimu yang menjadi tuju,
dimana aku selalu ingin menepi dan bersandar
disana,
adakah aku? yang menghitung setiap derap langkah
menapaki gelap
kabut
mencari hatimu yang tak henti menjadi tuju, adakah pelangi itu?
angin yang sepi
sesepi waktu
sewaktu rindu
rindu kamu
angin yang sunyi
sesunyi tungku
setungku malam
malam minggu
sabtumalam 2012
diantara detik waktu yg melaju
serta detak jantung yg berjatuhan
kota seperti kabut tebal
yang mengurungku dalam lamunan
kemanakah angin yg tak lagi sayup-sayup berhembus?
malam ini aku begitu kosong.
dan kemanakah bulan yang tak lagi menjadi bulan?
diantara deretan gedung yang risau, malam ini aku begitu sepi
pelangi
yang tak pernah memudar itu adalah hatimu yang menjadi tuju,
dimana
aku selalu ingin menepi dan bersandar disana,
adakah aku? yang
menghitung setiap derap langkah menapaki gelap kabut
mencari hatimu yang
tak henti menjadi tuju, adakah pelangi itu?
hal yg paling mudah mengungkap makna adalah kata
tapi dengan kata juga makna disembunyikan
apakah penyair itu licik, karena mampu menyembunyikan makna dibalik kata-katanya?
kukira mlm ini aku sedang diburu bayang2mu, dadaku berdegup.
nyatanya aku hanya sedang ditikam amarah, entah pada siapa.
aku takut pada masa yang telah lalu
terkadang ragu pada masa yang selalu menjadi tuju
Satriaku,
aku ingin menjadi semua masa di hidupmu
puisimu membayang, masalalumu terabadikan
dimana harus ku sembunyikan hati, saat aku mencemburui puisi-puisimu!
satriaku, tak ada yg lebih romantis selain membaca puisi-puisimu