Sabtu, 21 November 2015

Diam

Diposting oleh Catatan Angin di 08.12 0 komentar

Ada banyak jalan yang ingin dilalui, tp belum bisa dilalui.
Banyak hal yang ingin dilakukan tapi blm bisa dilakukan.
Dan banyak hal yang ingin aku katakan, tapi semua hanya bisa kupendam.
Mungkin aku tidak bisa memiliki hidupku sepenuhnya.

Selasa, 10 November 2015

Rindu Itu Hujan

Diposting oleh Catatan Angin di 08.39 0 komentar

Oleh : Royhanatul Fauziah

Rindu itu hujan. Di hatiku, ia deras selalu.
Dan kamu adalah teduhnya. Sesaat, sebelum hujan kembali.

Garut, 10.11.15

Kerelaan Hujan

Diposting oleh Catatan Angin di 08.38 0 komentar


Oleh : Royhanatul Fauziah

Mencintaimu seperti hujan, yang rela meninggalkan langit, dan terjatuh, hanya untuk sampai padamu.

Garut, 10.11.15

Senin, 09 November 2015

Kaki yang Terluka

Diposting oleh Catatan Angin di 05.06 0 komentar

Ada perempuan yang tak bisa berlari karena memang ia tak punya kaki. Kaki perempuan itu adalah kaki yang telah dipatahkan takdir. Tapi, perempuan itu berusaha untuk tetap berlari, sebab menurutnya berlari tidak harus dengan kaki. Maka ia merangkak, dengan apapun yang tersisa di tubuhnya.
Tetapi ada perempuan yang tak bisa berlari meskipun dia memiliki tubuh yang sempurna. Adapun kakinya, hanya bisa terdiam sepanjang waktu. Orang-orang bersorak, memberi semangat, tapi perempuan itu tetap terdiam.
Ada yang menahannya. Semacam bayang-bayang masa lalu. Rupanya, perempuan itu takut, pada ingatannya sendiri, sebab kakinya pernah dilukai, begitu dalam.
"Kenapa tidak kau patahkan saja, atau hancurkan? Biar aku merangkak, bersama luka yang tersisa" Perempuan itu mengutuki dirinya sendiri, dalam hati.

MUAK

Diposting oleh Catatan Angin di 04.08 1 komentar

Aku muak sama semua orang.
Mereka bilang, "uji ga boleh ini, uji ga boleh itu, uji harus gini, uji harus gtu"
Hidup macam apa ini?
Semua orang melarang, semua orang mengatur!
Lalu, dimana letak kebebasanku?
Aku tidak bisa menjadi diriku sendiri.

SIAL!!! Aku cuma bisa berkata lewat tulisan.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Bukan Penyair

Diposting oleh Catatan Angin di 09.10 0 komentar

Oleh : Royhanatul Fauziah

Aku bukan penyair. Hanya saja, aku pernah mencintai seorang penyair. Dia pergi, tapi tidak puisi-puisinya. Maka aku ingin selalu berpuisi, untuk menemuinya dalam kata,
atau sekedar membuatnya terasa ada.

Garut, 31.10.15

Biarkan Hening

Diposting oleh Catatan Angin di 09.07 0 komentar

Oleh : Royhanatul Fauziah

Biarkan hening, seperti malam-malam kita sebelumnya. Tidak ada lagi yang perlu dikekalkan, termasuk luka yang kita simpan diam-diam. Bukankah itu cara kita, untuk bisa saling melupakan?

31.10.15

Minggu, 25 Oktober 2015

Doa Malam

Diposting oleh Catatan Angin di 07.11 0 komentar

Jikapun masih ada doa yang layak untuk kita, maka berdoa saja. Temui aku, pada setiap doa malammu. Sebab kita tak pernah tahu, pada takdir mana lagi cinta akan bertemu.

Tentang Kita

Diposting oleh Catatan Angin di 04.38 0 komentar

Oleh : Royhanatul Fauziah

Jika kita tak bisa menjadi ombak untuk mengerti bahasa laut, atau setegar karang untuk menahan gelombang, maka berlayar saja, sebab kita hanya perahu, yang tak tahu, kapan karam menjemput kita.

Garut, 24.10.15

Kamis, 22 Oktober 2015

Cinta

Diposting oleh Catatan Angin di 23.02 0 komentar

Bagiku, cinta tak pernah pergi, tak pernah menyakiti.
Ketika sesuatu memaksanya untuk menyakiti, ia menahannya. Seperti halnya rumah, kau tak akan membiarkan tamu asing masuk, dan mengobrak abrik seluruh isi rumah, semisal kenangan kita.
Atau setidaknya, ketika sesuatu memaksanya untuk pergi, ia pergi dengan sebaik-baik cara.

 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review