Selasa, 15 Maret 2016

Sakura

Diposting oleh Catatan Angin di 11.10 0 komentar

Sakura
Sapardi Djoko Damono

Ketika hari tiba dan mengambil segala yang kau yakini milikmu, kau memang tak merasa perlu tahu bahwa aku bukan bagianmu
Bahwa akhirnya semua itu hanya merupakan deretan huruf panjang yang tidak mungkin tertangkap dalam buku-buku tebal yang sering berserakan di kamarmu

Kau bukan pangeran yang dipaksa mencintai seorang perempuan dengan sebilah keris
Bukan pangeran yang kemudian tertelungkup di hadapan Angreni

Dan kita adalah sakura yang gugur sebelum musim selesai, tak terlacak pula

SDD

Selasa, 08 Maret 2016

Bahagia dan Sedih

Diposting oleh Catatan Angin di 03.43 0 komentar

Katanya, seseorang yang paling mungkin membuatmu menangis adalah seseorang yang paling sering membuatmu bahagia. Dan itu benar.
Seperti kata Rendra, ..mencintaimu adalah bahagia dan sedih..
Maka aku mencintaimu, bukan hanya dengan kebahagiaan, bahkan tangisku pun mencintaimu. Dan itu tidak bisa dilepaskan.
Apapun yang aku rasakan, kamu satu, yang aku cintai.
Kahlil Gibran berkata, ..tidak ada cinta tanpa air mata..
Maka kamu jangan memintaku untuk tidak menangis.
Sebab, aku menangis karena aku merasa bahwa cinta itu ada dalam diriku, yang hanya satu, untukmu.

Senin, 01 Februari 2016

Menulis Perasaan

Diposting oleh Catatan Angin di 22.59 0 komentar

Sebenarnya saya tidak biasa menulis sesuatu yang bahagia. Jadi, ketika saya bahagia, saya lebih ke tidak menulis apa-apa. Tapi ketika saya bersedih, saya pasti akan menuliskannya, entah itu dalam bentuk puisi atau cerpen.
Jadi tidak sedikit orang yang menganggap kalau saya orang yang selalu bersedih/ galau, sebab mereka menilai dari tulisan-tulisan saya. Padahal kenyataannya, saya orang yang cukup ceria, dan sering bahagia. Hanya saja tidak pernah saya tuliskan kebahagiaan itu.
Jadi, untuk saat ini saya hanya menulis ketika saya bersedih.
Karena bagi saya, menulis kesedihan itu lebih mudah daripada menulis kebahagiaan. Entah kenapa.

Jumat, 29 Januari 2016

Yang Mengingatkanku Pada Kenangan

Diposting oleh Catatan Angin di 04.01 0 komentar

Setiap hari selalu ada yang mengingatkanku pada kenangan. Seperti pemberitahuan dari facebook. Katanya, "Anda memiliki kenangan untuk dilihat kembali hari ini".
Jadi bagaimana mungkin aku akan lupa.

Ketika aku membacanya (status-status facebook 1,2,3 tahun kebelakang) tentu saja saat itu aku membaca masa lalu kita.

Tapi tak apa, aku tidak lagi sakit hati, malah aku tertawa membacanya.
Aku juga bahagia, karena diingatkan kembali pada kenangan yang bahagia.

Dan kau tahu, semua kenangan itu berbentuk puisi yang kutulis seperti catatan-catatan kecil.

Aku jadi tersadar, selama hampir 1460 hari yang sudah kita lewati ini, puisi-puisi yang aku tulis mungkin sudah lebih dari seratus, barangkali itu masih sedikit.
Tapi itu semua tentang kamu.
Semua kenangan itu adalah kamu.

Dan aku masih akan selalu mencintaimu, dulu, hari ini, esok, dan seterusnya.

Sabtu, 16 Januari 2016

Purnama

Diposting oleh Catatan Angin di 10.24 0 komentar

Aku ada. Aku telah menuliskan puisi.
Untuk menjawab segala ragu, tentang janji yang
menjelma tanda tanya di kepalamu.
Adakah kau membacanya, wahai purnama?
Dari seribu macam rindu, ini yang paling menyiksa.
Barangkali, kita tidak akan pernah bertemu kembali.
Selamat tinggal, purnama.

Sabtu, 02 Januari 2016

Maaf II

Diposting oleh Catatan Angin di 02.36 0 komentar

Maaf,
Untuk sekumpulan sesal
Yang sesak,
Yang tak terucap
Pada dinding-dinding hati kita yang sunyi
Pada jalan-jalan kita yang membatu
Dan mungkin, sudah terlampau jauh
Tapi kita mesti berhenti
Menyudahi segala langkah
Di jalan tak bernama itu
Seperti cinta kita
Maaf,
Kita harus berpisah di persimpangan ini

Kamis, 31 Desember 2015

Maaf

Diposting oleh Catatan Angin di 09.59 0 komentar

Maaf.

Sabtu, 21 November 2015

Diam

Diposting oleh Catatan Angin di 08.12 0 komentar

Ada banyak jalan yang ingin dilalui, tp belum bisa dilalui.
Banyak hal yang ingin dilakukan tapi blm bisa dilakukan.
Dan banyak hal yang ingin aku katakan, tapi semua hanya bisa kupendam.
Mungkin aku tidak bisa memiliki hidupku sepenuhnya.

Selasa, 10 November 2015

Rindu Itu Hujan

Diposting oleh Catatan Angin di 08.39 0 komentar

Oleh : Royhanatul Fauziah

Rindu itu hujan. Di hatiku, ia deras selalu.
Dan kamu adalah teduhnya. Sesaat, sebelum hujan kembali.

Garut, 10.11.15

Kerelaan Hujan

Diposting oleh Catatan Angin di 08.38 0 komentar


Oleh : Royhanatul Fauziah

Mencintaimu seperti hujan, yang rela meninggalkan langit, dan terjatuh, hanya untuk sampai padamu.

Garut, 10.11.15

 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review