Tampilkan postingan dengan label kepulangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepulangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2022

Senja dan Kepulangan

Diposting oleh Catatan Angin di 11.30 0 komentar
Senja dan kepulangan. 
Ini bukan kali pertama kita bersama, sampai-sampai kita tak sempat menanam rindu sebab kepulangan selalu menjadi teman perjalanan.  Bukankah setiap kepulangan itu adalah kenangan yang kita simpan dalam senja dengan warna yang berbeda? Kadang jingga, kadang keemasan atau abu-abu. Seperti kisah kita. 

Selasa, 07 Oktober 2014

SEBUAH KEPULANGAN

Diposting oleh Catatan Angin di 09.20 0 komentar

Semua akan pulang
yang pernah pergi, yg tersesat, bahkan yg tak punya rumah.
kita tak pernah tau siapa yang akan pulang kemana?
atau bertanya, mengapa ada kepergian untuk sebuah kepulangan?

Mereka yg tersesat, akan selalu mencari jalan untuk pulang meski tak pernah menemukan jalan pulang atau hanya kebetulan berpapasan dengan jalan pulang.
tapi mereka yg sengaja pergi, ia tak akan pulang meski ia tau jalan untuk pulang

Yang tak pernah pulang, bukan mereka yg tersesat, bukan mereka yang sengaja pergi. Yang tak pernah pulang adalah mereka yang tak pernah pergi.

Minggu, 29 Juni 2014

SEPUCUK CERITA TENTANG KEPULANGAN

Diposting oleh Catatan Angin di 04.00 2 komentar
SEPUCUK CERITA TENTANG KEPULANGAN
Oleh : Royhanatul Fauziah

Hatiku adalah rumah, tempat dimana kau akan selalu pulang.
Meskipun kau pernah meninggalkan rumahku untuk pergi ke rumah yang lain, yang katanya tak lebih indah dari rumahku.

Apakah kau tidak bahagia disana? Apakah kau kesepian?

Aku mengerti kesepianmu. Kesepian yang kau rasakan saat berada di rumah itu. Kamu berdua, tetapi kamu merasa sepi dengannya. Mungkin kau menyesal.

Kudengar kau selalu mengingatku disana, benarkah? Akupun selalu mengingatmu disini. Di rumah ini. Meskipun sakit dan sendirian.

Tetapi aku selalu ingat, cinta tidak akan pernah membuat kita merasa sendirian dan ditinggalkan.

Mungkin selain cinta, kenangan adalah satu-satunya hal yang tidak pernah membuat kita bisa saling melupakan, atau meninggalkan.

Seandainya aku bisa membaca hatimu, mungkin aku tak perlu menangis saat kau mencoba untuk mencintai wanita lain. Nyatanya, hari ini kau kembali untuk mencintaiku lagi.

Seandainya aku bisa meramal masa depan, aku tak perlu takut dan bersedih karena kepergianmu waktu itu. Nyatanya, hari ini kau ada disini, di sampingku.

Ah, cinta. Siapa yang mampu menolak kehadirannya, bahkan ketika hati telah dilukai?

Barangkali, karena kita telah sepakat, untuk tidak pernah merasa kehilangan sebab cinta akan selalu membawa kita pulang dan kembali ke rumah kita yang tak pernah mengenal kata perpisahan.

Seorang penyair pernah berkata, siapa yang pergi terlalu jauh, maka ia akan kesulitan untuk kembali. *EM

Sayang, apakah kau pergi terlalu jauh, hingga aku merasa kesulitan untuk menerimamu kembali?

Lihat hatiku, berdebu dan kesepian. Terluka dan sendiri.

Maafkan aku, jika aku masih mengingat luka.

Tetapi yakinlah, rumahku masih seperti dulu. Rumah yang dihiasi bunga-bunga, rumah yang dipenuhi sajak, rumah yang dialiri do’a, juga kenangan. Kita hanya perlu menyeka debu, lalu menutup luka itu bersama-sama.

Cinta yang membuatmu pergi, cinta pulalah yang membuatmu kembali.
 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review