aku menghitung lagi tahun-tahun yang beranjak pergi
dan aku takut dengan kesepian itu
dengan waktu yang masih menjadi rahasia
-royhanatul fauziah-
aku menghitung lagi tahun-tahun yang beranjak pergi
dan aku takut dengan kesepian itu
dengan waktu yang masih menjadi rahasia
1 Maret 2013
oleh :
Royhanatul Fauziah
kita
memang harus mempunyai rasa takut, tapi kita jangan biarkan rasa takut itu
mengendalikan diri kita.
sebenarnya
ketakutan itu akan menjadi kekuatan jika kita mampu mengendalikannya.
sayangnya
tidak banyak orang yang mampu mengendalikan rasa takut di dalam dirinya (
termasuk aku :p)
dan
hal itu akan membuat si orang tersebut menderita, sakit hati, dan akhirnya
(galau) yang diakibatkan oleh dirinya sendiri. dan tidak sedikit juga orang
yang mengendalikan rasa takutnya itu dengan melakukan sesuatu yang negatif
bahkan menyakiti orang lain.
pernahkah
teman-teman merasa takut tetapi ketakutan teman-teman itu tidak nyata? (ngerti
gak?) maksudnya, pernahkah teman-teman merasa takut dengan sesuatu yang
tidak/belum ada atau yang objeknya tidak jelas?
ada
baiknya kita memperhatikan rasa takut yang seperti itu, agar kita bisa lebih
berhati-hati dalam melangkah, meskipun objek yang kita takutkan itu tidak
jelas, atau tidak nyata.
sebenarnya
ada banyak macam2 rasa takut itu, cara mengendalikannya pun banyak. tapi
aku belum mau ngebahasnya sekarang (males gila)
tapi
kalau cara aku mengendalikan rasa takut sih yaitu dengan cara "cuek"
alias tidak mempedulikan ketakutan itu (jangan ditiru ya)
karena
jika ditiru nanti kalian menyesal kaya aku (curhat)
ga
deh,jika kita mengabaikan rasa takut yang ada di dalam diri kita, yang ada
nanti kita bukan hanya dikuasai rasa takut, tapi juga "dikalahkan rasa
takut" (serem kan).
tapi
ada benernya juga sih mengabaikan rasa takut itu. karena dengan tidak
mempedulikan rasa takut itu, maka kita akan sedikit tenang dengan melupakan
ketakutan yang tidak nyata itu.
tapi
jika kita tidak mempedulikannya secara terus menerus, nanti dimana ketakutan
itu muncul lagi kita akan merasa tersiksa lagi.
bisa-bisa
pada akhirnya ketakutan yang tidak nyata itu berubah menjadi nyata :'(
maka,
yang namanya ketakutan itu jangan dibiarkan, tapi harus dihadapi!
saya
jd teringat dengan film horor boogyman disana ada yang mengatakan "jika
kita ingin mengalahkan rasa takut di dalam diri kita, maka kita harus menjadi
sesuatu yang kita takutkan itu"
yaudah
deh, daripada teman-teman bingung baca tulisan saya yang rada aneh (aneh banget
malah) lebih baik teman-teman baca quote nya Mario Teguh: "Hanya orang
takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap
berani"
untuk kamu yang menjadi bulan bulanan bulan.
bulan yang temaram dihatiku, adakah aku di hatimu
angin menggenggam sepi
merindukan kamu yang menjadi
bulan bulanan bulan.
kau tau,malam ini aku
rindu
dan merasa menjadi
bulan bulananmu
-royhanatul fauziah-
hal yg paling mudah mengungkap makna adalah kata
tapi dengan kata juga makna disembunyikan
apakah penyair itu licik, karena mampu menyembunyikan makna dibalik kata-katanya?
pelangi itu adalah
hatimu yang menjadi tuju,
dimana aku selalu ingin menepi dan bersandar
disana,
adakah aku? yang menghitung setiap derap langkah
menapaki gelap
kabut
mencari hatimu yang tak henti menjadi tuju, adakah pelangi itu?
angin yang sepi
sesepi waktu
sewaktu rindu
rindu kamu
angin yang sunyi
sesunyi tungku
setungku malam
malam minggu
sabtumalam 2012
diantara detik waktu yg melaju
serta detak jantung yg berjatuhan
kota seperti kabut tebal
yang mengurungku dalam lamunan
kemanakah angin yg tak lagi sayup-sayup berhembus?
malam ini aku begitu kosong.
dan kemanakah bulan yang tak lagi menjadi bulan?
diantara deretan gedung yang risau, malam ini aku begitu sepi
pelangi
yang tak pernah memudar itu adalah hatimu yang menjadi tuju,
dimana
aku selalu ingin menepi dan bersandar disana,
adakah aku? yang
menghitung setiap derap langkah menapaki gelap kabut
mencari hatimu yang
tak henti menjadi tuju, adakah pelangi itu?
hal yg paling mudah mengungkap makna adalah kata
tapi dengan kata juga makna disembunyikan
apakah penyair itu licik, karena mampu menyembunyikan makna dibalik kata-katanya?