Tampilkan postingan dengan label puisi royhanatul fauziah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi royhanatul fauziah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2015

Bait Masa Lalu

Diposting oleh Catatan Angin di 10.42 1 komentar

Kau yang memanggilku puisi
Padahal tak mampu kuselesaikan waktu
Tidakkah kau tau
Kini aku terkunci pada satu bait masa lalu

Kau terus berlalu ...
Sedang aku masih mengenangmu

Rabu, 01 Oktober 2014

Mencintai Sunyi

Diposting oleh Catatan Angin di 11.28 1 komentar

Mencintaimu, kasihku.
ialah matari yang tak lekas padam
Tapi kita membutuhkan malam
untuk sesekali hanyut di dalamnya
Sebab ada sunyi yang mesti dilewati
agar kita memahami makna
sebuah kehilangan

Oktober 2014

Minggu, 22 Juni 2014

APAKAH KAU PERNAH MERINDUKANKU?

Diposting oleh Catatan Angin di 06.26 0 komentar
Apakah kau pernah merindukanku?

Setiap pagi tiba, selalu kulihat mendung yang menghitung
Entah sudah berapa ucapan selamat pagi yang kita lewatkan

Dan hidup seketika menjelma sepi yang tak pernah mau lenggang

Jantung ini, sayang
Tanpamu jantung ini tak kehilangan apapun, kecuali
Debar yang kau bawa pergi

Februari 2014

KEKASIH

Diposting oleh Catatan Angin di 06.16 0 komentar
Oleh : Royhanatul Fauziah

kekasih,
sunyi ini mengantarkan rindu
sebab hatiku masih sibuk merasakan debar yang kau sisakan malam tadi
aku ingin mengulangnya kembali
saat kau duduk diantara deretan lampu taman
aku disampingmu, menikmati setiap genggaman yang kau  eratkan di jemariku
bintang-bintang berpendaran, kota menjelma puisi
dan aku mencintaimu


Rabu, 04 Juni 2014

EPISODE LUKA

Diposting oleh Catatan Angin di 06.21 0 komentar
EPISODE LUKA 1
Dimana luka itu
Aku ingin menggenggamnya sebelum merambat
Ke sudut hatiku yang masih tersisa setitik senyum
Tapi luka itu
Seperti udara yang  yang menyelimuti nafas
Aku membutuhkan nafas itu, tapi kemana aku harus berlari
Bersembunyi dari luka yang telah membaur bersama udara di nafasku
Ke hatimukah?
Tidak, hatimu terlalu hampa untuk ku singgahi
Dan aku tak mau mati di dalamnya


EPISODE LUKA 2
Selain luka, adakah rindu yang masih tersisa
Untuk kunikmati nanti saat aku pergi
Meninggalkan rumah kita yang lama tak kau singgahi
Juga kota yang lama merekam sejarah kita
Di sepanjang trotoar jalan itu
Selain luka, adakah cinta yang mungkin masih tersisa?


EPISODE LUKA 3
karena kau telah melukaiku
maka aku akan mencintai luka itu
karena kau telah melukaiku
maka aku akan menjaga luka itu
karena kau telah melukaiku
maka jiwaku akan menyatu bersama luka itu
karena kau telah melukaiku
maka aku akan menjadi luka itu

Juni 2013


Jumat, 09 Mei 2014

LELAKI YANG MENCACI HUJAN

Diposting oleh Catatan Angin di 07.15 0 komentar
hujan ini mengingatkanku padamu, lelaki yang mencaci hujan dengan keterdiamannya
kamu tidak bisu
kamu hanya tidak tahu, bagaimana cara berbicara pada hujan
sebab hujan tak pernah mau mengerti lukamu
ada kalanya petir datang
lalu kamu takut
pada suara-suara yg datang menggelegar
kamu tidak tahu, bahwa kelak
ada yg kan lebih kau takuti dari sekedar suara petir
ialah ketakutan pd setiap cinta yg datang, pabila kau telah dikecewakan
maka tutuplah matamu, tutuplah telingamu dari suara-suara
sembunyilah disini, Rafi.
barangkali aku tidak lupa bagaimana cara mencintai

Rafi, seorang murid, anak berkebutuhan khusus

Rabu, 07 Mei 2014

BUNGA

Diposting oleh Catatan Angin di 02.11 0 komentar


BUNGA
Oleh: Royhanatul Fauziah
di hatimu yang katanya sepi itu
kamu membiarkan satu demi satu
bunga yang kau tanam sendiri layu dengan sendirinya
mungkin akulah salah satu dari bunga-bunga itu
tapi aku tak mau layu, aku ingin mekar dan gugur di hatimu
bahkan hilang, bersama tiupan angin timur
tapi aku tak pernah tahu
apakah aku pernah benar-benar tumbuh dihatimu?

Minggu, 23 Maret 2014

PELAYAT GELAP

Diposting oleh Catatan Angin di 20.45 1 komentar
PELAYAT GELAP

masihkah kau ingat
setangkai bunga kau tanggalkan di kabut jendela
dan kau pergi tanpa air mata
mungkin kau hanya pelayat gelap
yang ingin menangisi kematianku
padahal kamu tidak bersedih


kemudian aku menangisi kematianku sendiri
tetapi mereka tidak peduli
kamar ini, sayang
hanya ruang kosong tanpa penghuni
ragaku masih disini
tetapi hati dan jiwaku telah kau kubur bulan lalu
masihkah kau ingat?

Kamis, 20 Maret 2014

YANG TANGIS YANG ENTAH

Diposting oleh Catatan Angin di 03.06 0 komentar

batinku berkata,
jangan menangis di depannya, zi.
dia tak mau menampung air matamu
karena ia tak mampu menampung air matanya sendiri.
sungguh, aku tak menyesalimu, lelakiku. 
aku hanya ingin kau mengerti, bahwa 
air mata adalah bagian dari cinta.

Minggu, 02 Maret 2014

PERCAKAPAN MALAM

Diposting oleh Catatan Angin di 05.39 4 komentar
PERCAKAPAN MALAM  

Kita saling menunggu, diantara dinginnya malam
Di jarak yang hanya dipisahkan deretan rumah dan gedung-gedung kota
Kita menunggu percakapan-percakapan yang datang sebagai
Puisi, kataku
Kehangatan itu, bukan hanya milik pagi
Sebab, aku menemukan kehangatan pula
Lewat percakapan-percakapan yang barangkali
Sengaja kita tulis untuk sekedar menjadi puisi
Kau tahu, ada yang tak ingin mengakhiri malam
Sebab katamu, hanya malam yang mampu mempertemukan kita
Dan pagi, akankah ia memisahkan?
Entahlah, andaikan kebersamaan ini lebih hangat dari mentari pagi, maka sang pagipun takkan mampu memisah pertemuan ini


Semoga keabadian malam menjadi milik kita

Semoga kehangatan pagi menjemput kita...



Sajak Kita, H.R 
Dilihat 020314
 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review