Tampilkan postingan dengan label puis romantis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puis romantis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2020

Waktu Senja

Diposting oleh Catatan Angin di 06.00 0 komentar

Jika senja telah tiba, semua akan berubah. Satu per satu, waktu kan mengambilnya dariku, dan aku takut hatiku menjadi kosong.

Namun aku percaya, kenangan itu masih tetap ada. Ia tersimpan manis dalam ingatan, atau dalam buku harian yang kusam. Kupikir, hanya itu satu-satunya hal yang mampu membuatku tersenyum.

Jika senja telah tiba, akankah kau ada disampingku? Ataukah aku yang tiada, dan kau bahagia menatap senja dengan seseorang yang lain?

Garut, 6/3/20

Minggu, 22 Juni 2014

KEKASIH

Diposting oleh Catatan Angin di 06.16 0 komentar
Oleh : Royhanatul Fauziah

kekasih,
sunyi ini mengantarkan rindu
sebab hatiku masih sibuk merasakan debar yang kau sisakan malam tadi
aku ingin mengulangnya kembali
saat kau duduk diantara deretan lampu taman
aku disampingmu, menikmati setiap genggaman yang kau  eratkan di jemariku
bintang-bintang berpendaran, kota menjelma puisi
dan aku mencintaimu


Jumat, 20 Desember 2013

DUA EPISODE

Diposting oleh Catatan Angin di 02.59 0 komentar
I
ini senja yang sendu, sayang 
sejak kau pergi, aku tahu
kau takkan pernah pulang
ya, kau tak harus pulang,
untuk sebuah kepergian yang lain


II
lalu bintang-bintang yang berpendaran di matamu
aku melihatnya sebagai rindu paling kuyu
dan malam adalah suara
yang menenggelamkanku pada
cinta paling sunyi
aku kehilangan senyum, aku kehilangan kata. 

Pulanglah

Desember 2013

Senin, 02 Desember 2013

MATAHARI DALAM DIRI

Diposting oleh Catatan Angin di 02.56 0 komentar
pagi, bukankah matahari tak pernah ingkar janji?
tetapi, 

mengapa aku selalu merasa dikhianati, 
oleh matahari yg ada dalam diriku sendiri

desember 2013

Rabu, 16 Oktober 2013

SENJAKU, SENJA YANG SENDU

Diposting oleh Catatan Angin di 03.19 0 komentar
senjaku tiba-tiba sendu, sayang
seperti menata sendiri setumpuk kenangan yang tertinggal di rimbun mawar
dan kau, masihkah kau menjadi pemeluk angin?
yang selalu gemetar karena tak mau mendengar dercit pohon bambu
rindu, barangkali itu yang kini membegal di ulu hati
di ulu hati


Oktober 2013

Sabtu, 12 Oktober 2013

TERJAGA

Diposting oleh Catatan Angin di 03.17 0 komentar
terjaga di sepertiga malam. mungkinkah ada rindu yang membegal,
yang memantulkan bayangan wajahmu saat kenangan menjadi teman
pada malam-malam yang sunyi di remang cahaya lampu kota?
tapi bukankah kita tak pernah punya kenangan, katamu
selain luka yang selalu menjadi mimpi buruk dalam setiap tidur kita


Oktober 2013

Selasa, 01 Oktober 2013

HAI, PENYAIR

Diposting oleh Catatan Angin di 03.08 0 komentar
hai penyair!

di matamu yang setenang danau

aku seperti melihat teratai yang melambai ke arahku

tapi aku tak cukup berani untuk memasukinya

karena matamu terlalu dalam

dan aku takut tenggelam..



hai penyair!

di matamu yang setenang danau

aku pernah melihat gelombang kecil

yang disebabkan kecipak ikan-ikan yang mengintip ke udara

tapi aku tak cukup berani untuk membendungnya

karena matamu terlalu luas

dan aku takut kehabisan napas.


Oktober, 2013

Sabtu, 07 September 2013

ZI

Diposting oleh Catatan Angin di 03.10 0 komentar
Zi, bukan malam yang membuat matamu menjadi sembab
bukan pula hujan yang meninggalkan jejak di ujung mata
ketika musim menanggalkan kemarau diantara kelopak mawar
saat itulah kau akan mengerti tentang segala hal yang gugur
akan mengurai menjadi sulur-sulur yang tak terukur
bahwa segala hal yang padam akan berhamburan dari hatimu yang lebam

Zi, tanpa air mata
matamu sudah cukup terlampau sunyi
untuk ditanggalkan nisan tempat ziarah para hati.

 September 2013

Jumat, 06 September 2013

SEPERTI ANGIN KEMARIN

Diposting oleh Catatan Angin di 03.11 0 komentar
seperti angin kemarin
masih ada tawa yang bersenyawa
dengan sekelumit kenang di bukit remang

seperti angin kemarin
ia takkan lupa pada siapa yang menyapa
dengan sekapak luka

September 2013

Selasa, 20 Agustus 2013

YANG MENJADI API

Diposting oleh Catatan Angin di 03.23 0 komentar
sepi bagaikan api
dan kau adalah bara
yang menambah gersang 

kesepianku yang malang

Agustus 2013

Rabu, 10 Juli 2013

GELOMBANG

Diposting oleh Catatan Angin di 03.28 0 komentar
Mungkin aku bisa hanyut
Ke dalam ombak yang selalu bergerak di samudra
Di samudra yang selalu bergelora, katamu
Ah, samudra itu
Aku selalu bermimpi menjadi angin disana
Menjadi angin yang berhembus bersama deburan ombak di pantai hatimu
Tapi aku hanya si pasir sepi
Yang menunggu ombak datang menyapa
Sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan
Jejak di pasir putih hatiku, gelombang


Juli 2013

BULAN SABIT

Diposting oleh Catatan Angin di 03.25 0 komentar
apa yang harus kutangisi ketika malam jatuh
di mimpiku yang sepi
sesepi matamu senja tadi, karena
bulan separuh kemarin tak lagi tinggal matamu
kemana?
katanya kau bulan sabit, yang meninggalkan separuh bulannya lagi dihatiku?
dalam lamunku malam ini, kau terlihat kalut seperti mencari separuh hidupmu
apakah kau ingin menggenapkan hidupmu yang ganjil, seperti bulan sabit
yang mencari separuh hidupnya
kau tahu, bulan sabit itu ingin menjadi bulan yang utuh
seperti cinta kita, 

tak cukupkah separuh bulan dihatiku menggenapkan hidupmu yang ganjil, bulan sabit?

 







Juli 2013

Sabtu, 06 Juli 2013

BULAN SEPARUH

Diposting oleh Catatan Angin di 03.26 0 komentar
lihat langit, sayang
malam ini bulan hanya separuh
separuhnya lagi tertinggal di mata kamu
boleh aku menikmatinya, bulan sabit?


Juli 2013

Senin, 01 Juli 2013

MERAGU

Diposting oleh Catatan Angin di 03.27 0 komentar
aku tak mampu menyeka ragu yang tertahan
di hati yang membatu
tatapanmu redup
aku membaca nadi yang hampir pupus
rambutmu yang kusut, siapa yang tersesat disana?
kata-kata yang kelu?
di bibirmu yang kering oleh suara-suara sendu
aku ingin membasahinya dengan rindu
tiba-tiba aku terpaku
melihat wajahmu yang menjadi lagu
lagu yang tak ditunggu
aku tak jadi rindu
tapi di pundakmu yang kalbu
aku selalu ingin bersandar disitu
itu caraku mencintaimu
atau sekedar ingin menyembunyikan ragu, katamu


 Juli 2013

Senin, 24 Juni 2013

YANG INGIN KUSAMPAIKAN ADALAH

Diposting oleh Catatan Angin di 03.33 0 komentar
Dalam rindu ini angin masih menuliskan
Kesepian. Tentang laut yang kehilangan ombak
Juga lenguhan perahu-perahu yang mulai karam itu
Dan setiap kuingat kembali kenangan
Atau kudengar lagi suaramu yang berat tertahan kelesuan malam
Rindu ini semakin terasa menyayat

Aku merindukanmu malam ini
Sepanjang tubuhku terjaga bahkan dalam tidur yang tak terpejam
Tapi aku mengerti, kau bukan lagi dermaga yang siap
Menerima dan memeluk jika perahu rinduku ingin berlabuh
Kau adalah nafasku yang tertinggal di tumpukan jerami
Rindu ini semakin terasa menyayat

Kau tahu tak ada yang lebih mencekik dalam kesendirian malam ini
Selain rinduku yang tak tau bagaimana ia harus bertumpah


Juni 2013

Jumat, 21 Juni 2013

YANG TIADA

Diposting oleh Catatan Angin di 03.32 0 komentar
kemarin bulan tak lagi terang, tertutup awan hitam
yang tak sengaja dibawa angin malam, mungkin
malam ini lebih parah
bulan tak kelihatan lagi, padahal sudah tanggal empat belas
disisakannya redup yang lebur bersama sepi yang biasa
lebih baik kunikmati langit malam ini serta
keluhan angin dingin yang membaur bersama rindu
ini bukan kali pertamanya aku dirundung pilu
tapi mengapa ada yang mengalir dari kelopak mata
hy, ini bukan luka. Ini hanya sepi yang biasa
dan menepilah malam, karena bulan tak kelihatan lagi
takkan pernah


Juni 2013

Sabtu, 15 Juni 2013

KUMAKNAI ITU SENDIRI

Diposting oleh Catatan Angin di 03.35 0 komentar
kenanganmu yang seperti musim
aku tak pernah bosan memberinya nama, seperti puisi
kau terlalu puitis untuk kumengerti
mungkin terlalu salah untuk kumaknai sendiri setiap
kenangan-kenangan itu
tapi adakah aku di musimmu,
di hujanmu, di kemaraumu yang menggenang seluruh tawa
juga sepi yang sia-sia itu
malam ini aku lebih dari luka yang menderas 

diantara ribuan kenangan yang basah
dihujam hujanmu


Juni 2013

AKU NGIGAU, KATANYA

Diposting oleh Catatan Angin di 03.30 0 komentar
Di senyap malam yg ringkih
Sadarku jatuh ke dalam tidur panjang tanpa mimpi. Hampa.
Sedang orang-orang lalu lalang
sibuk merencanakan hari esok 

yang pasti kembali berakhir di tidur tanpa mimpi. Hampa.
Katanya, aku ngigau malam tadi
Menyebut namamu
Ah, namamu.

Mengapa harus namamu yg kusebut di tidur-tidurku yg
hampa.


Juni 2013

Kamis, 16 Mei 2013

PEREMPUAN MALAM

Diposting oleh Catatan Angin di 03.36 0 komentar
karena aku bukan matahari, maka
jangan pernah mencari terang di hatiku
apalagi hangat. aku tak punya tungku dalam pelukku
dan pagi, bertemupun aku tak pernah
maka jangan mencari sejuk di mataku
kecuali jika kamu terlalu ingin menambah luka-luka itu
bukan salahmu
kau tau, aku hanya perempuan malam
yang tak mau tenggelam di malamnya sendiri


Mei 2013

Senin, 29 April 2013

AKU INGIN

Diposting oleh Catatan Angin di 07.03 3 komentar
aku ingin kau berdoa 

untukku yg selalu terjaga

di malam-malam yg gulita

ketika sepi menghentak waktu

aku bersembunyi dari gelap

yg menjelma ragu

juga dingin yg mencipta rindu

aku ingin kau berdoa untukku yg selalu terjaga

hingga aku berselimut

di pagi yg menjemput


-Royhanatul Fauziah-
 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review