Tampilkan postingan dengan label puisi luka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi luka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

Tentang Angin dan Laut

Diposting oleh Catatan Angin di 23.29 0 komentar

Tak ada yg mengerti kesedihan angin
kecuali deburan ombak
gelombang di cinta kita
Padahal, kaulah muara
Bagi sungai-sungai rindu

Lautku,
Aku merindukanmu menyatakan cinta pada sang angin,
Meski hanya sekedar isyarat,
Meski hanya seucap maaf
Meski hanya gelombang yg kudapati

Ketika angin berbicara, sebenarnya ia hanya berbicara pada dirinya sendiri.
Mungkin di laut itu, ia bukan apa-apa, bukan siapa-siapa.
Ia mulai mengerti, ombak itu hanya mencintai dirinya sendiri.
Tak ada yg mencintai angin, atau sekedar ingin. 

Juli 2014

Kamis, 20 Maret 2014

YANG TANGIS YANG ENTAH

Diposting oleh Catatan Angin di 03.06 0 komentar

batinku berkata,
jangan menangis di depannya, zi.
dia tak mau menampung air matamu
karena ia tak mampu menampung air matanya sendiri.
sungguh, aku tak menyesalimu, lelakiku. 
aku hanya ingin kau mengerti, bahwa 
air mata adalah bagian dari cinta.

Jumat, 06 September 2013

SEPERTI ANGIN KEMARIN

Diposting oleh Catatan Angin di 03.11 0 komentar
seperti angin kemarin
masih ada tawa yang bersenyawa
dengan sekelumit kenang di bukit remang

seperti angin kemarin
ia takkan lupa pada siapa yang menyapa
dengan sekapak luka

September 2013
 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review