Untuk mencintaimu, aku yakin, tidak
ada perempuan yang setabah aku.
Arsip Blog
Pengikut
Entri Populer
-
KEBUN MAWAR DAN KEINDAHANNYA Samarang, Garut. Jawa Barat Oleh : Royhanatul Fauziah Hai.. Apa kabar..?? udah lama nih ga nge’blo...
-
sepi bagaikan api dan kau adalah bara yang menambah gersang kesepianku yang malang Agustus 2013
-
angin yang berhembus menambah semarak lambai mawar-mawar di taman dan biarlah duri itu tetap pada tangkainya, sayang karena aku kelopak m...
-
PERPISAHAN Oleh : Royhanatul Fauziah Setiap kali aku melewati dermaga itu, aku selalu teringat pada wajahmu yang selalu berpeluh,...
-
KARMA Oleh : Royhanatul Fauziah Jujur saja, malam ini aku seperti ditikam kenangan. Entah kenapa tiba-tiba saja aku teringat waja...
-
PERCAKAPAN MALAM Kita saling menunggu, diantara dinginnya malam Di jarak yang hanya dipisahkan deretan rumah dan gedung-gedung kota ...
-
JEJAK LUKA Oleh : Royhanatul Fauziah Di suatu sore yang kemuning, cahaya matahari senja merambat masuk lewat kaca jendela yang se...
Writer
Label
Jumlah Penayangan Blog CATATAN ANGIN
Minggu, 11 Oktober 2015
Untuk Mencintaimu
Sekedar Bayang
Kamu, tetaplah menjadi kenyataan
Jangan mendekat diam-diam, sebab aku tidak ingin sekedar bayang
Jangan melukaiku dengan kata, sebab aku tak mampu lagi membacamu
Jangan melukaiku dengan rindu, jika kau hanya membisu
Tapi aku tidak pergi
Hanya saja, aku ingin sendiri
Dan aku masih disini, menulis sajak-sajak sepi
090915
Jumat, 26 Juni 2015
Yang Ingin Menjadi Abadi
tak ada yang mampu memahami kita,
kecuali waktu.
Pada setiap detiknya
menggugurkan daun-daun masa lalu,
meranggaskan luka demi luka,
yang kita pendam,
yang mungkin masih kita simpan, diam-diam.
dan kenangan itu, menjadi satu-satunya bahasa
yang tidak kita pahami,
--lalu akhirnya,
kenangan pulalah yang membuat kita
selalu ingin kembali
pada cinta yang sama,
pada tawa yang sama.
Bukan pada luka yang sama..
26042015
Mereka yang Puitis
Adakah yang lebih puitis
Dari hujan yang turun selepas perpisahan,
Dan dari dua raut wajah bahagia,
Atau dari seorang lelaki yang tersenyum,
Dengan sisa hujan di tubuhnya,
Atau dari seorang perempuan,
Yang masih mencintai sunyi, diam-diam
Di cermin matanya
25042015
Kamis, 02 April 2015
DI PENGHUJUNG PETANG 2
yang membuatku selalu ingin kembali ke tempat yang sama,
kedai eskrim itu, dan juga hatimu, ksatriaku.
DI PENGHUJUNG PETANG
entah itu pada segelas eskrim vanilla, atau coklat,
atau pada kita, yang bertahta
di penghujung petang.
Puisi
Sebab segala kata ada padamu,
sedang dalam diriku, kata-kata seolah tiada.
Padamu, segala kata menjadi nyata,
dan aku tidak ada.
Kamis, 19 Maret 2015
Bait Masa Lalu
Kau yang memanggilku puisi
Padahal tak mampu kuselesaikan waktu
Tidakkah kau tau
Kini aku terkunci pada satu bait masa lalu
Kau terus berlalu ...
Sedang aku masih mengenangmu
Rabu, 18 Maret 2015
Hujan dan Teduh
Hujan dan Teduh
Hujan itu seperti cinta
Sedang luka adalah rintiknya
Aku di bawah guyurannya
Sendiri dan kedinginan
Aku menginginkan hujan
Tetapi aku juga menginginkan kamu lelaki yang kusebut
Keteduhan.
Maret 2015
Sabtu, 24 Januari 2015
Lelakiku
Yang selalu hadir setiap kali aku terjaga.
Yang datang tanpa perlu kupinta terlebih dulu, dan kupelihara.
Yang seringkali hadir di tengah keramaian.
Meski harus merasa asing. Tapi aku perempuanmu, yang rela jika harus terasing di dalam dirimu.
Kemudian akan kunikmati setiap keterasingan yang kau suguhkan itu.
Setelah kau merasa lelah menyaksikan hidup yang penuh dengan kepura-puraan, maka kau akan menemui kesunyian setelahnya.
Pada saat itu, kau boleh menemuiku, Lelakiku.
Sebab, akulah kesunyianmu. Kau boleh menatap mataku, membaca hatiku yang tanpa kepura-puraan. Atau mencintaiku?
Sebab pada akhirnya, setiap orang akan mencari kesunyiannya masing-masing.
Dan aku ingin menikmati kesunyian itu. Bersamamu,
Lelakiku.
