Minggu, 11 Oktober 2015

Untuk Mencintaimu

Diposting oleh Catatan Angin di 05.03 0 komentar

Untuk mencintaimu, aku yakin, tidak
ada perempuan yang setabah aku.

Sekedar Bayang

Diposting oleh Catatan Angin di 04.58 0 komentar

Kamu, tetaplah menjadi kenyataan
Jangan mendekat diam-diam, sebab aku tidak ingin sekedar bayang
Jangan melukaiku dengan kata, sebab aku tak mampu lagi membacamu
Jangan melukaiku dengan rindu, jika kau hanya membisu
Tapi aku tidak pergi
Hanya saja, aku ingin sendiri
Dan aku masih disini, menulis sajak-sajak sepi
090915

Jumat, 26 Juni 2015

Yang Ingin Menjadi Abadi

Diposting oleh Catatan Angin di 03.32 1 komentar
Yang Ingin Menjadi Abadi

tak ada yang mampu memahami kita,
kecuali waktu.
Pada setiap detiknya
menggugurkan daun-daun masa lalu,
meranggaskan luka demi luka,
yang kita pendam,
yang mungkin masih kita simpan, diam-diam.
dan kenangan itu, menjadi satu-satunya bahasa
yang tidak kita pahami,
--lalu akhirnya,
kenangan pulalah yang membuat kita
selalu ingin kembali
pada cinta yang sama,
pada tawa yang sama.
Bukan pada luka yang sama..

26042015

Mereka yang Puitis

Diposting oleh Catatan Angin di 03.30 0 komentar
Mereka yang Puitis 
Oleh: Royhanatul Fauziah

Adakah yang lebih puitis
Dari hujan yang turun selepas perpisahan,
Dan dari dua raut wajah bahagia,
Atau dari seorang lelaki yang tersenyum,
Dengan sisa hujan di tubuhnya,
Atau dari seorang perempuan,
Yang masih mencintai sunyi, diam-diam
Di cermin matanya


25042015

Kamis, 02 April 2015

DI PENGHUJUNG PETANG 2

Diposting oleh Catatan Angin di 18.44 0 komentar
Selain kenangan, ada warna dan rasa,
yang membuatku selalu ingin kembali ke tempat yang sama,
kedai eskrim itu, dan juga hatimu, ksatriaku.

DI PENGHUJUNG PETANG

Diposting oleh Catatan Angin di 18.39 0 komentar
Selalu ada yang meletakan kenangan,
entah itu pada segelas eskrim vanilla, atau coklat,
atau pada kita, yang bertahta
di penghujung petang.

Puisi

Diposting oleh Catatan Angin di 18.23 0 komentar

Sebab segala kata ada padamu,
sedang dalam diriku, kata-kata seolah tiada.
Padamu, segala kata menjadi nyata,
dan aku tidak ada.

Kamis, 19 Maret 2015

Bait Masa Lalu

Diposting oleh Catatan Angin di 10.42 1 komentar

Kau yang memanggilku puisi
Padahal tak mampu kuselesaikan waktu
Tidakkah kau tau
Kini aku terkunci pada satu bait masa lalu

Kau terus berlalu ...
Sedang aku masih mengenangmu

Rabu, 18 Maret 2015

Hujan dan Teduh

Diposting oleh Catatan Angin di 08.05 1 komentar

Hujan dan Teduh

Hujan itu seperti cinta
Sedang  luka adalah rintiknya
Aku di bawah guyurannya
Sendiri dan kedinginan

Aku menginginkan hujan
Tetapi aku juga menginginkan kamu lelaki yang kusebut
Keteduhan.

Maret 2015

Sabtu, 24 Januari 2015

Lelakiku

Diposting oleh Catatan Angin di 04.01 0 komentar
Lelakiku, aku ingin mencintaimu seperti kesunyian.
Yang selalu hadir setiap kali aku terjaga.
Yang datang tanpa perlu kupinta terlebih dulu, dan kupelihara.
Yang seringkali hadir di tengah keramaian.
Meski harus merasa asing. Tapi aku perempuanmu, yang rela jika harus terasing di dalam dirimu.
Kemudian akan kunikmati setiap keterasingan yang kau suguhkan itu.
Setelah kau merasa lelah menyaksikan hidup yang penuh dengan kepura-puraan, maka kau akan menemui kesunyian setelahnya.
Pada saat itu, kau boleh menemuiku, Lelakiku.
Sebab, akulah kesunyianmu. Kau boleh menatap mataku, membaca hatiku yang tanpa kepura-puraan. Atau mencintaiku?
Sebab pada akhirnya, setiap orang akan mencari kesunyiannya masing-masing.
Dan aku ingin menikmati kesunyian itu. Bersamamu,
Lelakiku.
 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review