Jumat, 17 Januari 2020

Sejak Semula

Diposting oleh Catatan Angin di 06.33 0 komentar

Apakah lebih baik, jika sejak semula kita tidak pernah memulai saja?

Tapi aku bahagia denganmu
Hanya saja, aku takut jika pada akhirnya hanya menyisakan kehampaan

Aku masih takut kehilanganmu
Hanya saja, aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya

Sebab perasaanku selalu terbatas untuk diungkapkan. Kau mengerti, kita tidak saling memiliki. Kita saling berpelukan namun perasaan kita hanya sebatas rindu dan rindu saja.

Sesekali, aku merasa dicintai. Sesekali juga aku kehilangan cinta itu sendiri.

Akankah lebih baik, jika sejak semula kita tidak pernah memulai saja?

Sebab aku takut lebih terluka, atau melukaimu.

17120

Senin, 13 Januari 2020

Rindu yang Tak Mampu Dikatakan

Diposting oleh Catatan Angin di 22.15 0 komentar

Sepertinya tadi ada puisi yang terlintas saat ingatan tentangmu hadir sekejap.

Namun aku lupa menuliskannya karena ingatan itu terlalu dalam dan panjang.

Ah, sudah selarut ini.

Sepertinya aku ingin segera menuliskannya agar menjadi puisi yang romantis.

Namun aku hanya mampu menulis satu kata saja.

Rindu.

Lalu apa?
Hening kembali.

Kupikir, sudah lama aku tidak menerjemahkan kata itu.

Sebenarnya, aku sering merasakannya lalu akhirnya kubiarkan saja.

Sebab rindu itu menjadi menyakitkan saat aku tahu bagaimana cara memulihkannya namun aku tidak bisa melakukannya.

Perihal...

Diposting oleh Catatan Angin di 22.03 0 komentar

Sebenarnya aku ingin duduk di sampingmu
Sambil menggenggam tanganmu
Atau menatap wajahmu sesekali

Melalui jendela ini kusimpan kenangan
dan keinginan itu
Aku tahu,
Kenangan, tak harus tentang wajah seseorang
Aku suka duduk manis di belakang, memandangimu..
Meski hanya sebatas punggungnya saja

Setelah Nonton Film Sad Ending

Diposting oleh Catatan Angin di 21.47 0 komentar

Beberapa waktu lalu, lagi suka nonton film drama romantis seperti Me Before You, Silver Linnings Playbook, Her, dll. Semua drama itu kisahnya SAD ENDING. Ditinggal pergi.

Selama nonton itu, terlihat mereka pasangan yang saling mencintai dan takut kehilangan. Aku merasa mereka adalah pasangan yang tak terpisahkan, yang jika kehilangan salah satunya maka hidupnya tidak mudah lagi.

Tapi ternyata tidak, sepeninggal orang yang dicintai, hidup mereka tetap berjalan seperti biasanya. Berarti perasaan takut kehilangan itu cuma sementara karena mereka belum benar-benar merasa kehilangan. Dan setelah kehilangan... Yasudah. Hidup normal. Semudah itu.

Aku coba membayangkan momen itu ke dalam hidup aku, tapi tidak mudah. Masih ada perasaan takut. Mungkin karena dia masih ada. Entah setelah dia benar-benar pergi, aku sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi.

Aku tidak ingin merasakan takut dan sakit. Tapi aku ingin benar-benar hidup layaknya orang pada umumnya.

Kamis, 12 Desember 2019

Tanda Baca Kita

Diposting oleh Catatan Angin di 09.54 0 komentar

Diantara semua tanda baca, aku tidak ingin titik untuk mengakhiri cerita kita. Sebab, aku tidak suka memikirkan akhir.

Aku takut akhir yang menyedihkan.
Tapi akhir yang bahagia? Apakah mungkin?

Aku ingin tanda tanya saja, agar pertanyaan-pertanyaan tentang kita tak pernah usai, dan kita tak berhenti saling mencari, saling merindukan. Bukankah rindu juga tak pernah usai?

Sedih dan bahagia hanya pilihan. Kau bebas memilih apa. Tapi bisakah aku memilih untuk mencintaimu selamanya?

Desember, 2019

Sabtu, 09 November 2019

Cemburu

Diposting oleh Catatan Angin di 09.54 0 komentar

Seperti yang pernah kutulis sebelumnya,
"Aku bisa menahan rindu, tapi tak bisa menahan cemburu".

Selalu kutulis begitu, sebab rindu masih sanggup kusimpan seberapa lamapun itu. Namun cemburu tidak bisa kutahan meski dalam satu detik saja.

Aku cemburu pada hal yang tidak seharusnya. Tapi sewajarnya aku cemburu, sebab kamu sudah terlanjur hadir, di tengah hari-hariku yang hampa dan kamu datang memberi warna.

Benar katamu, cinta memang sulit dimengerti. Tapi serumit apapun, bagiku cinta masih mampu diungkapkan. Setidaknya, cinta memberi setitik senyum, meski tak saling memiliki.

Sedangkan perasaan cemburu.. Ia ada, tapi tak bisa diungkapkan, tak bisa dikendalikan, yang ada hanya perasaan sesak. Sebab aku merasa tidak berhak.

Sebenarnya malam ini aku tidak bisa tidur.

Aku rindu. Rindu seperti kemarin itu---

Tapi cemburu mengendalikan hatiku lebih dari apapun.

Aku berpikir untuk menghindarimu hari ini.

Aku takut mengganggu kebahagiaanmu.
Aku takut membebanimu.

911

Selasa, 15 Oktober 2019

?

Diposting oleh Catatan Angin di 03.01 0 komentar

Rasa itu datang lagi..
Sedih tanpa sebab.
Tiba-tiba ada perasaan sakit hati dan ingin menangis.
Dari mana asalnya?
Padahal hari ini semuanya baik-baik saja.










Senin, 23 September 2019

Melawan Waktu

Diposting oleh Catatan Angin di 14.34 0 komentar


Setiap orang pernah kecewa dan menyesali yang pernah terjadi dalam hidupnya.

Mereka ingin kembali, namun siapa yang dapat mengembalikan waktu?

Beberapa diantara mereka memilih untuk diam, sebab mereka tidak ingin ada perpecahan.

Sebab, hidup harus terus berjalan seperti biasanya. Meskipun harus menahan perasaan sedih dan tidak bahagia.

Lalu, biarkan waktu yang memutuskan akan bagaimana akhirnya.

Beruntunglah mereka yang mampu melawan ketidakbahagiaannya sendiri.

Aku iri.

RF 24/09/2019

Rabu, 24 Juli 2019

Rasa Sakit

Diposting oleh Catatan Angin di 13.06 0 komentar

Belum tidur. Karena rasa sakit ini lebih dalam dari keinginanku untuk tidur.

Setelah sekian lama aku lupa bagaimana rasanya sakit hati, tadi pagi aku merasakan lagi.

Ternyata begini rasanya, tangan dingin dan gemetar padahal lagi di jalan, beruntung masih bisa mengendalikan motor. Aku menepi di depan toko yang masih tutup, dan menangis.
Aku menutupi wajah dengan helm agar orang-orang tidak melihat.
Hati aku sakit, bahkan sampai malam ini.
Tapi malam ini aku tidak bisa menangis. Hanya terasa sesak di dada.

Aku ingin seseorang tahu, bahwa aku tidak perlu satu katapun jika itu hanya membuat luka. Cukup diam seperti biasanya. Dan jangan peduli.

Selasa, 02 Juli 2019

Album

Diposting oleh Catatan Angin di 10.51 0 komentar

Dulu waktu dikasih tau kalo album nikah kita udah jadi, aku seneng banget karena akhirnya kita bisa melihat momen bahagia itu. Sayangnya dulu kita lagi gak ada uang untuk menebus albumnya.

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan,... akhirnya album itu gak ketebus dan katanya albumnya jadi hangus dan akan disimpan di gudang atau dijadikan sample. Aku kecewa, tapi yaudah mungkin nanti kita bisa bikin album lagi.

Lalu 2018 kita ada uang, dan kita kasih uang itu ke photographernya, berharap album yang dulu bisa kembali lagi atau dibuatkan yang baru lagi.

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan,... album itu belum datang juga.

Hingga sekarang, setelah kita berbeda, setelah kita tidak seperti dulu lagi, setelah semua pernikahan ini terasa hampa, setelah kita seperti orang asing, album itu tidak kunjung datang.

Tapi kali ini aku tidak akan menunggu lagi, bahkan aku sudah tidak peduli apakah album itu akan datang atau tidak. Karena semuanya sudah berbeda, kita tidak sebahagia seperti dalam album itu.

 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review