Selasa, 18 November 2014

Tentang Orang-orang yang Lapar

Diposting oleh Catatan Angin di 09.45 0 komentar

Tentang Orang-orang yang Lapar

Orang2 sibuk dengan laju harga.
Mereka takut sengsara, dan takut
pada perut yg lapar

Adakah orang2 itu meyakini bahwa
tak ada yg harus ditakuti dari
sebuah harga,
kecuali hidup yang tak pernah
berjalan kemana-mana?

Aku hanya menyaksikan,
di tengah kesibukanku mencari
kehidupanku sendiri.

Selasa, 07 Oktober 2014

SEBUAH KEPULANGAN

Diposting oleh Catatan Angin di 09.20 0 komentar

Semua akan pulang
yang pernah pergi, yg tersesat, bahkan yg tak punya rumah.
kita tak pernah tau siapa yang akan pulang kemana?
atau bertanya, mengapa ada kepergian untuk sebuah kepulangan?

Mereka yg tersesat, akan selalu mencari jalan untuk pulang meski tak pernah menemukan jalan pulang atau hanya kebetulan berpapasan dengan jalan pulang.
tapi mereka yg sengaja pergi, ia tak akan pulang meski ia tau jalan untuk pulang

Yang tak pernah pulang, bukan mereka yg tersesat, bukan mereka yang sengaja pergi. Yang tak pernah pulang adalah mereka yang tak pernah pergi.

Rabu, 01 Oktober 2014

Hujan Waktu Senja

Diposting oleh Catatan Angin di 11.34 2 komentar
selalu ada yg ingin disampaikan
hujan
ruap kenangan
pada senja yg abu
selalu ada yg ingin diabadikan hujan
bau masa lalu
di balik jendela kamar
kita yg berdebu

Mencintai Sunyi

Diposting oleh Catatan Angin di 11.28 1 komentar

Mencintaimu, kasihku.
ialah matari yang tak lekas padam
Tapi kita membutuhkan malam
untuk sesekali hanyut di dalamnya
Sebab ada sunyi yang mesti dilewati
agar kita memahami makna
sebuah kehilangan

Oktober 2014

Kamis, 18 September 2014

Tentang Angin dan Laut

Diposting oleh Catatan Angin di 23.29 0 komentar

Tak ada yg mengerti kesedihan angin
kecuali deburan ombak
gelombang di cinta kita
Padahal, kaulah muara
Bagi sungai-sungai rindu

Lautku,
Aku merindukanmu menyatakan cinta pada sang angin,
Meski hanya sekedar isyarat,
Meski hanya seucap maaf
Meski hanya gelombang yg kudapati

Ketika angin berbicara, sebenarnya ia hanya berbicara pada dirinya sendiri.
Mungkin di laut itu, ia bukan apa-apa, bukan siapa-siapa.
Ia mulai mengerti, ombak itu hanya mencintai dirinya sendiri.
Tak ada yg mencintai angin, atau sekedar ingin. 

Juli 2014

KENANGAN HUJAN

Diposting oleh Catatan Angin di 23.04 0 komentar
Hujan
Kau kupanggil hujan
Sebab kau adalah kesunyian
Yang sesekali lahir dari kelopak mataku
Musim-musim yang tak bisa ku terka kehadirannya

ANTARA RINDU DAN KAMU

Diposting oleh Catatan Angin di 23.01 0 komentar
Sayang, terkadang aku keliru
membedakan rasa
antara rindu dan ngilu yang berserak dalam ingatan.
Seperti udara yang tiba-tiba menyelinap
kemudian dingin mengakrabi ingatan dengan kenangan-kenangan ganjil itu,
waktu aku menyendiri.
Tetapi yang terlampau sering membuatku keliru adalah
ketika aku tak bisa membedakan
antara rindu dan kamu.

Sekedar Catatan Seorang Perempuan untuk Perempuan Lain Diluar Sana

Diposting oleh Catatan Angin di 22.51 0 komentar
Perempuan adalah makhluk yg paling berperasaan, katanya.
Tetapi banyak perempuan di sekitar kita yang rela menjadi orang kedua untuk pacar/suami perempuan lainnya. Sebagaimanapun alasan itu, bukankah itu akan menyakiti hati perempuan yg lain?
Tidak bisa dipungkiri perempuan adalah makhluk yg lemah, yg diciptakan dr tulang rusuk yg bengkok. Maka, perempuan membutuhkan seorang laki-laki yang bisa meluruskannya, menjadi imam untuk dirinya, yg bs mencintai dan memperhatikannya.
Tetapi merebut laki2 dari perempuan lain untuk mendapatkan semua itu adalah cara yg salah, (kecuali jika laki2nya yg memang tdk menghargai).
Ketika perempuan dikatakan makhluk yg paling memiliki perasaan, tetapi pada kenyataannya masih banyak perempuan yang merebut kebahagiaan perempuan lain, berarti perempuan adalah makhluk yg paling tdk berperasaan dibandingkan dgn laki2.
Laki2 adalah pelindung sekaligus ancaman jika laki2 tersebut tidak bisa menjaga mata, hati, dan hawa nafsunya.
Tetapi bagaimana jika yg menjadi ancaman bagi para perempuan adalah perempuan itu sendiri?
Bukankah kita sebagai perempuan juga tdk ingin jika laki2 yg kita cintai memberikan hatinya kpd perempuan lain?
Maka jangan pernah mencuri atau merebut kebahagiaan perempuan lain. Kita sama2 perempuan, sama2 memiliki hati yg selayaknya dijaga, bukan hanya dijaga oleh laki2 tetapi jg dijaga oleh kita, sbg sendiri, perempuan yg paling berperasaan.

Jumat, 18 Juli 2014

KATAKAN

Diposting oleh Catatan Angin di 18.36 0 komentar
Katakan, kekasih, katakan apa yang harus kulakukan
jika aku tengah mengingat luka? Katakan.
Maafkan aku kekasih, mungkin aku tidak bisa mengubur masa lalu,
tapi percayalah, aku tengah berusaha untuk memendamnya dalam-dalam.
Sebab aku yakin, mereka, masa lalu itu, hanyalah bayang-bayang,
hanyalah mimpi buruk,
yang pernah hadir dalam tidur kita.

Minggu, 06 Juli 2014

KESEDIHAN RANTING

Diposting oleh Catatan Angin di 23.05 0 komentar
KESEDIHAN RANTING
Oleh : Royhanatul Fauziah 


Daun itu telah lama gugur meninggalkan ranting yang sepi. Ranting itu tak pernah bisa bersembunyi dari waktu yang telah menyayat hidupnya kini.

Ada yang tersisa, ialah kehampaan pada sebatang rindu.

Tetapi kemana ranting itu harus berjalan? Menggenapkan kerinduan yang selama ini ia biarkan kering dalam hati.

Bukankah ia hanya seoonggok kayu yang hanya bergantung pada batang pohon yang mati? Yang membuat ia tak mampu berjalan ke depan, atau ke belakang. Ia hanya bisa berdiam di satu tempat, tanpa tahu bagaimana cara untuk pergi.

Sempat ia berpasrah pada pada hujan untuk mematahkan tubuhnya dari kurungan waktu. Tetapi untuk apa? Bukankah sebenarnya ia telah patah meski tak telihat?

Ah, seandainya ia bisa mengembalikan waktu.

Dan kini ia hanya bisa bertanya pada akar, pada angin yang datang dan pergi sesuka hati, pada kupu-kupu yang hinggap silih berganti.

Bukankah semua telah digariskan? Awan-awan menerka jawab melalui seberkas gerimis.

Kemudian dingin menjadi hening, seakan ia membenarkan jawab. Ia tahu maksud gerimis, bahwa setiap kerinduan tak harus menjadi candu, bahwa cinta tak mesti jadi belenggu diri.

Tetapi ranting itu tak memerlukan jawaban untuk seribu tanya dalam hati.

Ia hanya ingin menikmati kesedihannya sendiri, tentang daun yang gugur dan tak bisa kembali itu.
 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review