Kau yang memanggilku puisi
Padahal tak mampu kuselesaikan waktu
Tidakkah kau tau
Kini aku terkunci pada satu bait masa lalu
Kau terus berlalu ...
Sedang aku masih mengenangmu
Angin; Hanya ingin berbicara tetapi selalu luput dalam kata-kata. Dingin menjadi isyarat.
Kau yang memanggilku puisi
Padahal tak mampu kuselesaikan waktu
Tidakkah kau tau
Kini aku terkunci pada satu bait masa lalu
Kau terus berlalu ...
Sedang aku masih mengenangmu
Hujan dan Teduh
Hujan itu seperti cinta
Sedang luka adalah rintiknya
Aku di bawah guyurannya
Sendiri dan kedinginan
Aku menginginkan hujan
Tetapi aku juga menginginkan kamu lelaki yang kusebut
Keteduhan.
Maret 2015
Tentang Orang-orang yang Lapar
Orang2 sibuk dengan laju harga.
Mereka takut sengsara, dan takut
pada perut yg lapar
Adakah orang2 itu meyakini bahwa
tak ada yg harus ditakuti dari
sebuah harga,
kecuali hidup yang tak pernah
berjalan kemana-mana?
Aku hanya menyaksikan,
di tengah kesibukanku mencari
kehidupanku sendiri.
Semua akan pulang
yang pernah pergi, yg tersesat, bahkan yg tak punya rumah.
kita tak pernah tau siapa yang akan pulang kemana?
atau bertanya, mengapa ada kepergian untuk sebuah kepulangan?
Mereka yg tersesat, akan selalu mencari jalan untuk pulang meski tak pernah menemukan jalan pulang atau hanya kebetulan berpapasan dengan jalan pulang.
tapi mereka yg sengaja pergi, ia tak akan pulang meski ia tau jalan untuk pulang
Yang tak pernah pulang, bukan mereka yg tersesat, bukan mereka yang sengaja pergi. Yang tak pernah pulang adalah mereka yang tak pernah pergi.
Mencintaimu, kasihku.
ialah matari yang tak lekas padam
Tapi kita membutuhkan malam
untuk sesekali hanyut di dalamnya
Sebab ada sunyi yang mesti dilewati
agar kita memahami makna
sebuah kehilangan
Oktober 2014
Tak ada yg mengerti kesedihan angin
kecuali deburan ombak
gelombang di cinta kita
Padahal, kaulah muara
Bagi sungai-sungai rindu
Lautku,
Aku merindukanmu menyatakan cinta pada sang angin,
Meski hanya sekedar isyarat,
Meski hanya seucap maaf
Meski hanya gelombang yg kudapati
Ketika angin berbicara, sebenarnya ia hanya berbicara pada dirinya sendiri.
Mungkin di laut itu, ia bukan apa-apa, bukan siapa-siapa.
Ia mulai mengerti, ombak itu hanya mencintai dirinya sendiri.
Tak ada yg mencintai angin, atau sekedar ingin.
Juli 2014
CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review