Kamis, 19 Maret 2015

Bait Masa Lalu

Diposting oleh Catatan Angin di 10.42 1 komentar

Kau yang memanggilku puisi
Padahal tak mampu kuselesaikan waktu
Tidakkah kau tau
Kini aku terkunci pada satu bait masa lalu

Kau terus berlalu ...
Sedang aku masih mengenangmu

Rabu, 18 Maret 2015

Hujan dan Teduh

Diposting oleh Catatan Angin di 08.05 1 komentar

Hujan dan Teduh

Hujan itu seperti cinta
Sedang  luka adalah rintiknya
Aku di bawah guyurannya
Sendiri dan kedinginan

Aku menginginkan hujan
Tetapi aku juga menginginkan kamu lelaki yang kusebut
Keteduhan.

Maret 2015

Sabtu, 24 Januari 2015

Lelakiku

Diposting oleh Catatan Angin di 04.01 0 komentar
Lelakiku, aku ingin mencintaimu seperti kesunyian.
Yang selalu hadir setiap kali aku terjaga.
Yang datang tanpa perlu kupinta terlebih dulu, dan kupelihara.
Yang seringkali hadir di tengah keramaian.
Meski harus merasa asing. Tapi aku perempuanmu, yang rela jika harus terasing di dalam dirimu.
Kemudian akan kunikmati setiap keterasingan yang kau suguhkan itu.
Setelah kau merasa lelah menyaksikan hidup yang penuh dengan kepura-puraan, maka kau akan menemui kesunyian setelahnya.
Pada saat itu, kau boleh menemuiku, Lelakiku.
Sebab, akulah kesunyianmu. Kau boleh menatap mataku, membaca hatiku yang tanpa kepura-puraan. Atau mencintaiku?
Sebab pada akhirnya, setiap orang akan mencari kesunyiannya masing-masing.
Dan aku ingin menikmati kesunyian itu. Bersamamu,
Lelakiku.

Selasa, 18 November 2014

Tentang Orang-orang yang Lapar

Diposting oleh Catatan Angin di 09.45 0 komentar

Tentang Orang-orang yang Lapar

Orang2 sibuk dengan laju harga.
Mereka takut sengsara, dan takut
pada perut yg lapar

Adakah orang2 itu meyakini bahwa
tak ada yg harus ditakuti dari
sebuah harga,
kecuali hidup yang tak pernah
berjalan kemana-mana?

Aku hanya menyaksikan,
di tengah kesibukanku mencari
kehidupanku sendiri.

Selasa, 07 Oktober 2014

SEBUAH KEPULANGAN

Diposting oleh Catatan Angin di 09.20 0 komentar

Semua akan pulang
yang pernah pergi, yg tersesat, bahkan yg tak punya rumah.
kita tak pernah tau siapa yang akan pulang kemana?
atau bertanya, mengapa ada kepergian untuk sebuah kepulangan?

Mereka yg tersesat, akan selalu mencari jalan untuk pulang meski tak pernah menemukan jalan pulang atau hanya kebetulan berpapasan dengan jalan pulang.
tapi mereka yg sengaja pergi, ia tak akan pulang meski ia tau jalan untuk pulang

Yang tak pernah pulang, bukan mereka yg tersesat, bukan mereka yang sengaja pergi. Yang tak pernah pulang adalah mereka yang tak pernah pergi.

Rabu, 01 Oktober 2014

Hujan Waktu Senja

Diposting oleh Catatan Angin di 11.34 2 komentar
selalu ada yg ingin disampaikan
hujan
ruap kenangan
pada senja yg abu
selalu ada yg ingin diabadikan hujan
bau masa lalu
di balik jendela kamar
kita yg berdebu

Mencintai Sunyi

Diposting oleh Catatan Angin di 11.28 1 komentar

Mencintaimu, kasihku.
ialah matari yang tak lekas padam
Tapi kita membutuhkan malam
untuk sesekali hanyut di dalamnya
Sebab ada sunyi yang mesti dilewati
agar kita memahami makna
sebuah kehilangan

Oktober 2014

Kamis, 18 September 2014

Tentang Angin dan Laut

Diposting oleh Catatan Angin di 23.29 0 komentar

Tak ada yg mengerti kesedihan angin
kecuali deburan ombak
gelombang di cinta kita
Padahal, kaulah muara
Bagi sungai-sungai rindu

Lautku,
Aku merindukanmu menyatakan cinta pada sang angin,
Meski hanya sekedar isyarat,
Meski hanya seucap maaf
Meski hanya gelombang yg kudapati

Ketika angin berbicara, sebenarnya ia hanya berbicara pada dirinya sendiri.
Mungkin di laut itu, ia bukan apa-apa, bukan siapa-siapa.
Ia mulai mengerti, ombak itu hanya mencintai dirinya sendiri.
Tak ada yg mencintai angin, atau sekedar ingin. 

Juli 2014

KENANGAN HUJAN

Diposting oleh Catatan Angin di 23.04 0 komentar
Hujan
Kau kupanggil hujan
Sebab kau adalah kesunyian
Yang sesekali lahir dari kelopak mataku
Musim-musim yang tak bisa ku terka kehadirannya

ANTARA RINDU DAN KAMU

Diposting oleh Catatan Angin di 23.01 0 komentar
Sayang, terkadang aku keliru
membedakan rasa
antara rindu dan ngilu yang berserak dalam ingatan.
Seperti udara yang tiba-tiba menyelinap
kemudian dingin mengakrabi ingatan dengan kenangan-kenangan ganjil itu,
waktu aku menyendiri.
Tetapi yang terlampau sering membuatku keliru adalah
ketika aku tak bisa membedakan
antara rindu dan kamu.
 

CATATAN ANGIN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review